Belajar dan Tips Menulis dari Dewi ‘Dee’ Lestari

Saya dan Teh Dewi, dengan Atisha di antaranya :)

Sebenarnya saya terakhir bertemu Teh Dewi sekitar bulan November tahun lalu. Saya datang dan mengikuti acara ngobrol-ngobrol bareng dengan Teh Dewi dan juga ada satu lagi penulis, Azhar Nurun Ala, penulis yang katanya juga mengidolakan Teh Dewi dan juga karya-karyanya seperti saya. “Breakout The Ordinary” yang diadakan di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia, Kampus Depok ini begitu berkesan buat saya. Walaupun bukan pertama kalinya bertemu Teh Dewi, bisa belajar dari Teh Dewi itu berharga sekali buat saya yang menjadikan menulis sebagai salah satu napas dan jalan saya berekspresi.

Begitu banyak yang disampaikan melalui acara ini, dari proses Teh Dewi menjadi penulis, buku terbarunya ‘Gelombang’, proses penulisan novel, cerpen, prosa, dan tulisan atau karya Teh Dewi yang lain. Semuanya berkesan buat saya. Tapi, ada yang paling berkesan buat saya, yaitu pesan-pesan Teh Dewi pada saat itu. Pesan-pesan yang selalu terngiang-ngiang di kepala saya sampai saat ini dan saya merasa perlu untuk membagikanya kepada siapa saja yang mencintai menulis dan ingin menjadi penulis.


Teh Dewi yang gemar menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar ini bilang bahwa generasi sekarang beruntung memiliki digital media yang seharusnya bisa digunakan sebaik-baiknya untuk berkarya dan melakukan hal-hal yang berguna. Memang tak mudah dan banyak sumber seperti buku di jaman remajanya yang bisa dijadikan bahan belajar menulis dibandingkan sekarang. Sekarang, dari berbagai media kita bisa belajar. Maka, manfaatkanlah.

Satu pesan darinya yang juga selaras dengan pemikiran saya adalah “Keep it small. Keep it going”. Dua  kalimat itu begitu saya setujui dan lakukan hingga saat ini. Banyak orang yang menanyakan padanya bagaimana cara menulis karena sebenarnya mereka ingin menjadi penulis tapi tidak tahu harus menulis apa. Teh Dewi sangat menganjurkan kita untuk tahu dulu apa yang mau kita tulis. Mulailah dari hal yang kita tahu dan kita suka. Dengan menulis apa yang kita tahu dan apa yang kita suka, menulis akan menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan tidak memberatkan. Itu langkah awal. Langkah berikutnya adalah ‘Keep it small’, membuat target yang kecil-kecil dahulu. Begitu dia memaknainya. Tapi buat saya ini juga berarti kita harus selalu merasa kecil dan tidak tahu apa-apa, sehingga kita selalu memiliki rasa untuk mau belajar dan tahu lebih banyak hal. Saya masih percaya bahwa sering kali ketika kita makin banyak belajar, makin banyak pula hal yang kita rasa kita tidak tahu. Sehingga, kita jadi terpacu untuk tahu dan belajar. Jadi, belajarlah terus, terus, dan terus.

Buatlah target yang kecil-kecil dulu, misalnya menulis di blog, diary, dan lain-lain. Jangan langsung sekali menulis langsung ingin memiliki buku best seller atau dimuat di majalah ternama. Tidak jadi masalah jika itu tercapai. Kalau tidak, kamu malah akan cedera. Ingatlah bahwa menulis itu seperti melatih otot kita yang harus dilatih secara bertahap supaya tidak cedera. Jika dalam hal menulis, bisa jadi itu cedera oleh ekspektasi kita sendiri dan mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri kita terhadap kemampuan menulis kita. Pastikan terus menulis untuk melatih kemampuan menulis kita, buatlah target yang kecil-kecil dahulu dan terus ditingkatkan secara bertahap, sehingga perkembangan kita sehat dan tidak mencederai diri sendiri.

‘Keep it going’, yang terpenting terus, terus, dan terus menulis. Saat ini makin banyak media yang bisa dijadikan tempat kita berekspresi. Dalam menulis, kita punya blog dan berbagai media sosial. Kesempatan kita untuk bersuara dan berkarya makin banyak dan besar. Yang berarti saingan kita juga makin banyak. Tapi, dalam menulis, janganlah memikirkan atau tak perlu kita memikirkan saingan karena menurut Teh Dewi, menulis sebenarnya adalah perjalanan atau proses personal untuk mengenal diri kita sendiri.  Tiap penulis memiliki ciri khas dan penikmatnya masing-masing. Penikmat pastilah sepasang dengan orang-orang yang kurang atau tidak menikmati karya kita. Semua karya akan mendapatkan perlakuan seperti itu. Lagi pula, kita tidak mungkin bisa memuaskan tiap orang yang membaca atau menikmati karya kita.

Menuliskah tanpa memikirkan tulisan kita akan laku atau tidak, akan jadi best seller atau tidak, akan disukai atau dibaca orang atau tidak. Karena dengan menulis sebetulnya kita sedang hanghadiahi diri kita. Kita sedang mengukir sejarah. Seperti kata seorang penulis, Fahd Djibran, yang pernah menulis tentang keinginannya menulis karena tak ingin dilupakan sejarah. Fahd berujar jika dia lebih mengenal Promoedya Ananta Toer ketimbang kakeknya sendiri karena Pramoedya menulis sementara kakeknya tidak. Yaa, karena menulis berarti kita sedang menginggalkan sejarah. So, keep it small, keep it going :)

Resty Amalia


14 comments:

kartina ika sari said...

wahh menarik banget ya mba, prinsip hidup dan motivasi Teh Dewi dalam menulis...Semoga bisa ketemu Teh Dewi juga..terima kasih sharingnya ya mba..

Resty Amalia said...

Sama2.... Iyaa.... menginspirasi sekali. Aq waktu itu juga langsung semangat dan termotivasi utk terus belajar gara2 dengar langsung pesan Teh Dewi :-)

Zakiatul Hidayati (@Zakia_ID) said...

Makasih sharingnya, ayo terus semangat menulis :)

Lily Kurniaini said...

Wahh..asyik bgt bisa sharing dgn penulis beken..siip."Keep it small, keep it going"..nice quote

Resty Amalia said...

@Zakia_ID : Sama-sama.... :) Ayo terus semangat menulis juga :)

Resty Amalia said...

@Lily Kurniaini : Sip.... Let's do it, "Keep it small, keep it going" :)

Haya Aliya Zaki said...

Terima kasih reportasenya. Jadi penyemangat saya. Salam kenal. :)

Resty Amalia said...

@Haya Aliya Zaki : Sama2. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak. Aku jg jd lebih semangat karena apa yg dibilang Teh Dewi. Semangat belajar dan terus menulis. Salam kenal juga yaa :-)

akreno shop said...

kalau gurunya dah master, kemungkinan muridnya calon master juga :D. Serunya bisa belajar langsung dari ahlinya

dunia kecil indi said...

Wah, setuju sekali :) Aku pun kalau menulis gak pernah berpikir akan ada orang yang baca atau suka dengan karyaku. Yang penting menulis dari hati :)

Resty Amalia said...

@Akreno Shop : hahaha.... amiiinnnnn..... Semoga suatu hari bisa kaya Teh Dewi (bercita2 boleh dong). Kalo sekarang ma masih kudu banyak belajar. Hihihi.....
Seru banget belajar sama Teh Dewi ;-)

Resty Amalia said...

@Dunia Kecil Indi : Sip. Yuk terus menulis ;-)

Seneng Utami said...

senang baca ini, tfs Mbak Resti

Resty Amalia said...

Sama-sama :)

Find Me on Instagram