Java Jazz Festival 2015, Jogja Serasa Pindah ke Jakarta


Sabtu, 7 Maret 2015 adalah hari yang sangat dinanti dari tahun lalu. Acara tahunan Java Jazz Festival menjadi salah satu pengalaman menarik dan tak terlupakan di tahun 2015. Selain bisa menyaksikan penampilan musisi-musisi Jazz ternama, kali ini suasananya lebih istimewa. Di Java Jazz Festival 2015, saya bertemu dan berkumpul bersama teman-teman selama di Jogja. Walaupun tidak lengkap, tapi paling tidak sudah mengobati rindu.

Ada teman yang memang datang dari Jogja untuk menonton dan ada juga yang memang akan tampil di panggung Java Jazz Festival 2015, seperti Mas Danny Eriawan dan teman-teman Everyday Band yang super keren. Ada yang memang direncanakan berangkat bersama dan bertemu dan ada juga yang tidak sengaja bertemu di sana. Buat saya, ini sudah cukup menggembirakan. Walaupun tiap saya liburan ke Jogja saya menyempatkan diri datang ke acara mingguan yang diadakan Komunitas Jazz Jogja, kembali bertemu orang-orang ini selalu menyenangkan buat saya. 

Mas Danny Eriawan tampil menawan bersama Idang Rasjidi dan kawan-kawan.

Di kala tengah malam dan acara hampir usai, kami bertemu di depan ruang di mana panggung utama ada. Kami pun berkumpul dan duduk di lantai sambil berbincang dan berkelakar ‘khas Jogja’. Ahh, ‘ngangeni’ sekali. Buat saya, orang-orang ini memang selalu membuat saya rindu. Seperti saya yang selalu rindu untuk kembali ke Jogja. Humble, kekeluargaan, hangat, dan sederhana. Begitulah kesan saya terhadap orang-orang dan segala yang saya rasa nyaman dan dekat selama di Jogja.

Di tengah pembicaraan kami, di antara lalu lalang orang yang mulai meninggalkan panggung utama, di mana saat itu Chaka Khan dan Incognito baru saja selesai beraksi, seorang teman berujar, “Sebenarnya di tiap event seperti ini ya ketemunya orangnya ya itu lagi, itu lagi. Cuma kemasan acaranya yang berbeda-beda suasana. Kalau Java Jazz Festival ya lebih ke suasana urban dan internasional gitu.”

Dan salah satu teman saya, Mas Danny Eriawan, yang saya kenal sebagai musisi keren dan humble selama ini menjawab dengan kalimat yang menarik dan berkesan buat saya, “Buatku, acara kaya gini yaa kaya ajang silahturahmi aja.”

Saya pun tersenyum mendengarnya.

Hal-hal seperti itulah yang saya ‘kangeni’ dari teman-teman saya semasa di Jogja. ‘Humble’ benar-benar saya rasakan selama berkumpul bersama mereka.

Saya yang hanya seorang penikmat musik, selalu merasa tak ada batas antara penikmat dan musisi. Itu saya rasakan selama saya di Jogja. Dan selalu ada ruang untuk kebersamaan itu. Seperti event-event musik yang selalu memberikan ruang dan kesempatan bagi semuanya untuk bersama tanpa batas.

Kalian memang istimewa :)

(Resty Amalia)

No comments:

Find Me on Instagram