Interview Tesla Manaf: Musisi Indonesia yang Berprestasi di Luar Negeri


Photo credit: Siasat Partikelir

Tesla Manaf adalah seorang musisi muda Indonesia yang lahir di Jakarta, 29 Agustus 1987. Ia adalah musisi yang memainkan gitar dengan genre akustik progresif atau neoklasik dalam aliran musik jazz. Namun, kini, ia lebih fokus memainkan musik eksperimental elektronik. Tesla adalah salah satu musisi Indonesia yang berprestasi dengan seringnya bermain musik di negara lain, bahkan mengeluarkan album di Amerika Serikat. Musik Tesla yang unik memikat sebuah perusahaan rekaman yang ada di New York, Amerika Serikat, yaitu MoonJune Records. Perusahaan rekaman ini merekam dan memasarkan album kelima Tesla yang berjudul A Man’s Relationship with His Fragile Are.

Pentingnya menjadi diri sendiri dan berkarya dari hati

Musiknya memang mungkin tergolong unik bagi pendengar musik Indonesia. Walaupun kedengarannya rumit, namun nyatanya banyak juga masyarakat Indonesia dan bahkan luar negeri yang menyukai dan mengapresiasi karya-karyanya. Selera bermusiknya mungkin didapatkan dari ayahnya yang menyukai dan sering mendengarkan musik-musik seperti itu ketika Tesla masih kecil. Hasratnya pun sejak saat itu tak bisa dibendung lagi. Hingga akhirnya ia menekuni gitar dan musik elektronik untuk mendukung kesukaannya sampai saat ini.

Photo credit: jpnn

Tesla dan mimpinya yang besar dalam berkarya melalui musik

Ayah Tesla yang pernah hidup lama di Belanda membawa serta koleksi piringan hitamnya pulang. Musik-musik inilah yang paling sering Tesla dengar dan mempengaruhi selera musiknya sampai saat ini. Ibu dan kakaknya pun begitu menyukai musik. Semuanya menyukai musik, walaupun dengan genre yang berbeda-beda. Namun, ternyata orang tuanya tak memberikan restu padanya untuk berkarier di bidang musik sampai saat ini. Keluarganya menginginkan Tesla menekuni dan bekerja di bidang bisnis.

Tesla adalah lulusan Universitas Padjajaran, Bandung dan tinggal di kamar sebuah kos di daerah Dago ketika masa-masa kuliahnya. Ketika ia masih mahasiswa, ia sangat berlatih keras dan juga berusaha meningkatkan kemampuannya bermusik tanpa henti. Pada saat itu, keingininannya sederhana, yaitu ingin menunjukkan pada orang lain bahwa dirinya bisa menghasilkan sesuatu yang keren. Hingga tanpa disadarinya, sudah banyak karya yang dibuatnya dan terus disimpan untuk diri sendiri. Hingga akhirnya ia memberanikan diri mengunggah satu per satu karyanya di SoundCloud. Saat itu, SoundCloud belum populer seperti sekarang.

Ketika teman-temannya mendengarkan musik yang dibuatnya, banyak yang menertawakan dan bilang padanya bahwa karyanya aneh. Ia pun tak gentar dan terus berkarya berdasarkan apa kata hatinya. Hingga akhirnya sebuah perusahaan rekaman dari New York, MoonJune Records, mendengarkan karya-karyanya di SoundCloud. Mereka menghubunginya untuk merekam dan memasarkan karya-karyanya di Amerika. Karya-karya yang diciptakannya dari sebuah kamar kos di Dago pun menjadi mendunia saat ini.

Beberapa waktu lalu, Tesla mengadakan tur ke beberapa kota di Jepang. Musiknya diperdengarkan kepada para penikmat musik di sana. Sebelum berangkat tur ke Jepang, Tesla dan tim pun mengadakan penggalangan dana untuk keberangkatan mereka. Konser dan pertunjukan pun beberapa kali diadakan. Support dari para musisi senior dan penikmat musiknya pun datang. Hingga akhirnya ia dan tim bisa meraih bekal yang cukup untuk keberangkatan mereka ke Jepang.

Berikut dokumentasi lengkap perjalanan Tesla selama tur di Jepang.



Saya yang ikut mendukung Tesla dalam perjalannya menuju Jepang, turut hadir di konser penggalangan dana sebelum ia dan tim berangkat ke Jepang. Saya pun mewawancarainya. Berikut hasil wawancara saya dengan Tesla beberapa waktu lalu.

Photo credit: Resty Amalia
Photo credit: Resty Amalia

Pernahkan Tesla merasa memiliki mimpi yang mustahil atau sulit untuk dicapai (yaitu hidup dengan memainkan musik yang tak semua orang pada umumnya suka)? Apa yang membuat Tesla akhirnya yakin untuk menekuni musik yang Tesla sukai sebagai hidup Tesla? Karena tak semua anak muda memiliki keyakinan yang besar untuk menjalani hidup sesuai dengan mimpi atau passionnya.

Semua mimpi mempunyai tantangan masing-masing. Layaknya bab di sebuah buku, itu hanya fase yang perlu dilewati. Tinggal tunggu waktu saja kapan saya harus merevisi mimpi saya. Saya tidak pernah muluk-muluk dalam menetapkan batas mimpi. Saya selalu menyesuaikan dengan kapasitas diri. Namun, sebelum saya menentukan mimpi, saya berusaha memperbaiki diri sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. Dari situ saya tahu batasannya. Tapi, proses belajar tak pernah berhenti. Maka semua manusia harus selalu mengupgrade mimpinya cepat atau lambat.

Kenapa saya menekuni musik seperti sekarang? Jawabannya mudah, karena saya tidak bisa apa-apa lagi selain memainkan musik seperti ini. Kalau bisa main di kawinan atau reguler di kafe-kafe dan mengiringi banyak artis, pasti sudah saya lakukan dari dulu. Tapi, sayangnya tidak bisa. Maka dari itu, daripada saya berusaha keras menjadi orang lain, lebih baik saya menggali diri 20 jam sehari biar saya tahu siapa saya sebenarnya.


Kesulitan atau tantangan apa yang pernah Tesla alami selama menjalani hidup sesuai dengan passion dan bagaimana Tesla melalui kesulitan/rintangan tersebut?

Saat saya berlatih dan nggak tahu ini bakal jadi apa dan bakal dibawa ke mana. Saya melakukan hal yang sama berulang-ulang. Dari ratusan hingga ribuan jam tidak berhenti. Tanpa tahu itu semua akan berbuah manis pada nantinya. Entah saya berjudi atau tidak, saya selalu mengharapkan angka yang saya inginkan. Namun, itu tidak pernah terbesit saat saya berlatih 9 jam sehari. Saya hanya melakukan sesuatu yang sering kali saya pertanyakan kegunaannya hingga akhirnya saya yakin bahwa saya piawai di bidang tersebut.


Apa ritual atau kebiasaan yang biasa Tesla lakukan setiap harinya yang kamu yakini bisa menunjang kreativitas, produktivitas, dan kesuksesanmu dalam berkarya?

Mungkin ini aneh didengar. Cuma saya tipikal seniman yang bisa berkarya apabila ada situasi yang menyedihkan. Saya suka menyiksa diri sendiri (bukan secara fisik) dan memperkeruh keadaan. Saya tidak suka terlalu mapan atau dalam situasi tenang. Saya suka arung jeram. Saya suka tanjakan curam. Karena saya yakin karya terbaik akan keluar bila senimannya diperas seperti kain pel. Makin diperas, makin banyak pula air yang keluar.


Bagaimana menemukan dan meyakini passion dalam hidup menurut Tesla?

Itu akan muncul dengan sendirinya bila kita mencoba berdamai dan mencari tahu siapa diri kita. Pahami betul kebiasaan kecil kita, yang sama maupun berbeda dari orang lain. Pahami gerak-gerik kita, cara berbicara, cara menyelesaikan masalah, cara mengasihi lawan jenis. Bila kita sudah paham betul, itu akan berpengaruh ke karya kita dan bagaimana proses membuat karya tersebut. Kita sudah bisa tahu cara mengantisipasi kegagalan dan meraih apa yang kita inginkan. Mengembangkan diri sendiri itu butuh minimal 2-3 tahun dan itu dilakukan tanpa berhubungan rutin dengan teman atau masyarakat sekitar. Itu yang saya lakukan.


Kejadian/hal apa yang pada akhirnya membuat Tesla yakin berkarier di bidang musik?

Tahun 2010 saat manggung di ITB. Tiba-tiba aja terbersit “Gw harus bisa hidup dari ini.”


Apa yang dibutuhkan atau yang bisa dilakukan agar bisa berprestasi mendunia seperti Tesla?

Yang dibutuhkan hanya 1 sih menurut saya. Ada pepatah yang berkata begini, “Bila kamu punya bakat dan ingin mengembangkannya, kamu harus merelakan segalanya.” Segalanya di sini berarti segalanya. Teman, keluarga, kemapanan, kenyamanan, kebiasaan, semuanya hal yang kita suka dan jika ada yang membuat kita terlalu merasa tenang dan nyaman di dalamnya harus ditinggalkan. Terus challenge diri kita dan keluar dari zona nyaman. Memulai sesuatu yang kita inginkan dari awal itu sulit, namun lebih sulit lagi kalau kita berjalan tanpa arah dan tidak tahu siapa kita sebenarnya. Kita hanya akan jadi beban masyarakat dan negara, mudah putus asa, dan berganti-ganti misi dan visi dalam hidup.


Bagaimana pendapat Tesla tentang apresiasi masyarakat Indonesia tentang karya Tesla sejauh ini?

Awalnya pesimis, tapi makin ke sini makin banyak kejutan. Semua kalangan mendengar dan mengapresiasi. Musisi, non-musisi, musisi lintas genre, semua mendengarkan. Ternyata benar kata orang, bila kita yakin dan karya tersebut keluar dari hati kita, maka energinya akan sampai ke siapapun pendengarnya.


Menurut Tesla, apresiasi terhadap musik Tesla lebih banyak didapatkan dari dalam atau luar negeri?

Dalam dan luar semuanya positif dengan tingkat apresiasi yang berbeda tapinya. Sama-sama punya cara pandang dan cara analisa yang menarik.


Apa pendapat Tesla tentang banyaknya karya anak bangsa yang lebih diapresiasi di negara lain?

Motivasi banget. Dalam hati kecil ada perasaan sirik yang tidak bisa ditahan. Maka dari itu saya berusaha keras agar bisa mengejar mereka semua.



Apa harapan Tesla untuk Tesla sendiri, musik Tesla, dan musik Indonesia ke depannya?

Saya ingin bermain musik sampai bisa menjadi berguna bagi banyak masyarakat, bagi negara dan bagi semua orang yang kekurangan. Bila pensiun nanti (kayaknya nggak mungkin) saya ingin jadi tukang sampah, memungut sampah setiap harinya. Apapun agar negara ini menjadi lebih baik dan layak dihuni anak cucu kita nanti.

(Artikel ini pernah ditayangkan di trivia.id)




No comments:

Find Me on Instagram