Film Coco yang Mengharukan. Tentang Perjuangan Mimpi yang Ditentang oleh Keluarga, Pentingnya Keluarga, dan Renungan Akan Kematian


Pixar dan Disney baru saja mengeluarkan film animasi terbarunya yang berjudul "Coco". Film ini kini sedang jadi buah bibir banyak orang karena memang menyajikan kisahnya yang mengharukan dan membawa pesan yang kuat. Terbukti dengan rating yang tinggi, rating Rotten Tomatoes 96% dan IMDb 9 out of 10.

Buat saya, menonton film ini membawa saya pada perjalanan mengingat keluarga, perjuangan menggapai mimpi, menikmati indahnya budaya Meksiko dan musik-musik indahnya, dan juga membawa pada sebuah renungan tentang kematian. Karena itu saya sangat ingin menuliskannya. Berikut beberapa hal yang saya dapatkan dari film ini.


Mengusung tradisi Meksiko, Day of The Dead (Dia de los Muertos)

photo credit: popsugar
Film Coco berlatarkan Meksiko dan warganya yang sedang melakukan tradisi Dia de los Muertos atau Day of The Dead. Tradisi ini sangat unik. Dimulai pada 31 Oktober dan berakhir pada 2 November, perayaan ini dilakukan untuk mengenang para kerabat yang sudah meninggal dunia. Tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan sejak 3000 tahun yang lalu ini dilakukan tidak dengan penuh kesedihan. Masyarakan melakukan parade dengan kostum dan makeup tengkorak berwarna-warni sambil diiringi musik dan berdansa. Di rumah pun mereka  menyediakan ofrenda, semacam altar yang diberi lilin, foto kerabat yang sudah meninggal, dan bunga untuk menyambut arwah.

Masyarakat Meksiko percaya bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya. Mereka percaya ada kehidupan lain setelah kematian. Orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal hanya dipisahkan oleh dimensi yang berbeda. Mereka ingin tetap bisa berkomunikasi dengan kerabat mereka yang ada di alam baka dengan cara melakukan tradisi turun-temurun ini.


Memperjuangkan mimpi yang dintentang oleh semua anggota keluarga

photo credit: wikimedia
Si lakon utama, Miguel Rivera adalah anak yang punya mimpi menjadi seorang musisi. Namun sayangnya, keluarganya menentang mimpinya tersebut. Bagi keluarganya, musik adalah sebuah kutukan. Mungkin bisa dibilang bahwa keluarganya adalah satu-satunya keluarga yang tak mencintai musik di negaranya. Hal ini dikarenakan kisah buyutnya yang dianggap menyakitkan. Kakek buyutnya yang seorang musisi pergi dan tak pernah kembali. Kejadian ini membawa luka bagi nenek buyutnya dan kemudian menanamkan stigma 'haram' pada musik. Keyakinan ini pun ditanamkan dan tumbuh dari generasi ke generasi.

photo credit: pmcvariety
Miguel yang berontak akan penentangan keluarganya tersebut memilih tetap bersikeras memperjuangkan mimpinya menjadi seorang musisi hebat seperti idolanya, Ernesto de la Cruz. Ia pun tiba-tiba mendapat kutukan yang membawanya ke The Land of The Dead, negerinya orang-orang yang sudah meninggal. Dengan mentor, seorang yang sudah mati dan dilupakan, Hector, Miguel pun mencoba untuk kembali ke dunia orang hidup dan meraih mimpinya menjadi musisi.

Dalam bagian ini, kisahnya mencirikan kisah-kisah Disney kebayakan tentang pentingnya memperjuangkan mimpi yang kamu punya. Miguel pun menyuarakan hal tersebut dengan baik dengan sikapnya yang keras, meski tak ada satu pun orang di sekitarnya yang mendukung mimpinya.


Keluarga adalah segalanya
photo credit: flickeringmyth
Baru kali ini saya menonton film dan mendapati banyak orang yang menangis sejadi-jadinya di dalam bioskop. Semalam, beberapa perempuan menangis dengan suara keras di samping saya. Ya, siapkan tisu ketika menonton film ini. Film ini tak hanya akan membuatmu berkaca-kaca atau menitikkan air mata. Emosi penonton ditekan sampai begitu dalam dengan plot ceritanya yang mengharukan. Kisah-kisahnya akan membawamu pada ingatan akan keluarga.

Semenyebalkannya keluarga, mereka tetap jadi keluargamu. Cerewetnya mereka adalah bentuk perhatian dan sayangnya mereka padamu. Dan merekalah yang akan mampu menerimamu seburuk apapun kondisimu. Cinta mereka tanpa syarat. 

Pesan-pesan inilah yang berusaha disampaikan dalam film ini.


Pertanyaan-pertanyaan tentang kematian

photo credit: static
Akan seperti apa perjalanan setelah kematian? Apakah aku masih akan diingat? Bagaimana kalau aku dilupakan oleh semuanya yang hidup?

Pernahkah kamu mempertanyakan ini selama hidupmu? Saya iya. Meskipun agama saya mengajarkan tentang kehidupan setelah kematian, saya tetap terus membayangkan dan mempertanyakan akan seperti apa itu sampai saya sudah dewasa. Saya bahkan pernah membayangkan bagaimana jika saya mati. Akankah ada orang lain yang kehilangan dan merindukan saya? Saya rasa pertanyaan-pertanyaan ini manusiawi. Manusia butuh dicintai dan disayangi. Dilahirkan sebagai makhluk sosial, wajar saya jika kematian membuat ada rasa takut akan kesepian dan kesendirian.
photo credit: landmarkcinemas
Pertanyaan-pertanyaan tentang kematian ini ditransfer ke dalam plot film ini dengan baik dan disampaikan dengan gaya Pixar yang khas, lucu, dan menyenangkan. Munculnya bunga African Marigold di sepanjang film pun bukan tanpa makna bagi saya. Bunga yang digunakan oleh masyarakat Meksiko dalam perayaan Dia de los Muertos ini memang melambangkan kesedihan karena hilangnya orang terkasih. Namun, kemunculannya di sepanjang film pun membawanya pada simbolisme makna yang lain, yaitu kuatnya mimpi Miguel untuk meraih kesuksesan menjadi seorang musisi dan di akhir cerita menyampaikan maknanya hubungan yang bermakna, yaitu keluarga. 


Seperti yang Imelda, nenek buyut Miguel katakan sambil memegang bunga ini di menjelang akhir film, "I give you my blessing, Miguel. Unconditional."

Sekali lagi, cinta dan kasih keluarga itu tanpa syarat.


Kisah mengharukan dengan musik yang indah dan pesan moral yang sangat kuat

photo credit: abcnews
Plot film ini cukup tertebak bagi saya, namun tak mengubah pendapat saya bahwa film ini manis, indah, dan sangat layak untuk ditonton. Kisahnya sangat mengharukan, musiknya sangat indah, dan pesan-pesannya pun kuat dan bermakna. 

Lagu original soundtracknya yang paling menyentuh dan dikenang oleh kebanyakan penonton adalah lagu berjudul Remember Me yang diputar berulang kali sepanjang film. Dari yang bernuansa ceria, bernuansa lagu tidur, hingga dinyanyikan dengan parau oleh Miguel sambil menangis dan menyanyi bersama nenek buyutnya, Coco.

Lagu ini mewakili banyak karakter dalam film. Bagi Hector, arwah yang telah dilupakan oleh keluarganya dan hanya punya satu harapan untuk diingat oleh putrinya yang di dunia makin menua dan mulai melupakan kenangan akan ayahnya, lagu ini menyuarakan suara hatinya. Sebagai arwah yang telah mulai dilupakan, ia kembali ingin diingat dan tak ingin hilang tanpa dikenang. Bagi Coco, nenek buyut Miguel, lagu ini mengingatkan kenangan masa kecilnya bersama ayahnya. Masa-masa yang paling bisa diingatnya dan berkesan sampai masa tuanya.


Remember me
Though I have to say goodbye
Remember me
Don't let it make you cry
For even if I'm far away I hold you in my heart
I sing a secret song to you each night we are apart

Remember me
Though I have to travel far
Remember me
Each time you hear a sad guitar
Know that I'm with you the only way that I can be
Until you're in my arms again
Remember me


Semoga setelah menontonnya, kamu bisa lebih menghargai dan mencintai keluargamu. Tak mendapat restu untuk memperjuangkan mimpimu? Bicarakanlah dengan mereka akan suara hatimu. Dapatkan restu mereka. Seindah-indahnya hidup adalah hidup yang direstui dan diliputi doa, cinta, dan kasih orang tua. Kenanglah dan kirimi doa setiap orang terkasihmu yang telah tiada. Mereka akan bahagia karena telah dicinta, dikenang, dan diingat.

photo credit: nocookie
Mungkin begitu juga dengan kita ketika telah tiada.




4 comments:

Kartika Nugmalia said...

Film Disney selalu punya daya tariknya sendiri ya mba. Salam kenal, saya termasuk penggemar film film Disney dan kayanya pengen nonton yang ini juga.

Resty Amalia said...

Hai, Kartika. Salam kenal juga. Iyaa, yang ini perpaduan keren banget antara Pixar dan Disney. Film yang indah. Wajib ditonton :)

Ella Kurnia Oktaverina said...

Film ini emang worth it banget... saya merinding jadinya... bukan karena serem tapi saking overwhelmed-nya :(

Trent Riley said...

Hello mate nice bloog

Find Me on Instagram